Kebanyakan dari orang tua tidak dapat memahami prilaku anak atau remajanya.Kadang-kadang apa yang mereka inginkan dari si anak atau remaja tidak sesuai dengan harapan mereka. Hal ini disebabkan komunikasi yang terjadi antara keduanya tidak berjalan dengan baik aau cara berkomunikasi orang tua kepada anak kurang baik (masih adanya emosi yang tinggi, tata cara yang salah dan kekerasan dalam dlm berkomunikasi).

Ketika mengajak anak atau remaja anda berbicara, perlakukanlah mereka seperti sahabat. Hal ini sangat enting. Sealot apapun pembicaraan tersebut nantinya, Anda harus tetap bersikp tenang. Berbicaralah dengan tenang dan rasional.

Sejenak, pikirkan ‘kepada siapa anda akan memberikan tanggapan yang paling baik?’ kebanyakan orang lebih menyukai pendekatan yang menunjukkan kepedulian dan kelemah lembutan. Pada pendekatan tersebut. Pada pendekatan tersebut, mereka dihadapkan pada fakta terlebih dahulu dan kemudian diizinkan membuat pilihan. Para anak atau remaja ingin diperlkukan sebagai orang yang idependen dan bisa berpikir. Mereka perlu mengetahui apa konsekuensi yang akan mereka terima atas tindakan tersebut nantinya.

Ada beberapa cara komunikasi yang baik terhadap remaja atau anak, yaitu sebagai berikut :

1. Jangan campur adukkan emosi dan komunikasi

Cara anda berucap danbersikap (bahasatubuh) sebetulnya berteriak lebih keras daripada mulut anda. Saat berkomunikasi dengan remaja atau anak, mereka akan membaca dan memperhatikan keadaan emosi anda terlebih daulu. Mereka tidak mendengarkan kata-kata anda jika ada emosi yang terselubung. Ingat-ingat kembali pengalaman anda saat menemui orang yang tengah dilanda emosi. Apakah anda mendengarkan kata-kata yang mereka ucapkan ataukah bereaksi terhadap keadaan emosional mereka?.

2. Berpikir sebelum berbicara

Apa tujuan anda? Apa yang anda akan komunikasikan dan mengapa? Jika tujuan anda adalah berkomunikasi secara efektif dan mempertahankan hubungan baik, hal ini bisa membantu anda untuk tetap tenang.

3. Apa masalahnya.

Ingat baik-baik apa yang sebetulnya menjadi masalah dan apa solusi yang mungkin ditempuh.

4. Jika ada masalah, carilah solusi yang kreatif.

Saat tujuan anda adalah bersikap kooperatif, solusi kreatif lebih mungkin ditemukan. Ingat, sebaiknya tjuan anda adalah memenangkan masalah, bukan orang lain.