Padi adalah salah satu tanaman pangan yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.  Padi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi selain jagung dan gandum.  Indonesia merupakan salah satu pengkonsumsi beras yang merupakan produk dari tanaman padi ini.  Padi merupakan tanaman yang identik dengan hidup secara tergenang oleh air.

Tanaman padi merupakan tanaman semusim yang berakar serabut, berbatang pendek, struktur yang serupa dengan batang terdiri dari pelepah daun yang saling menopang.  Daun pada tanaman padi merupakan daun yang sempurna dengan pelepah yang tegak, daun ini berbentuk lanset dan berwarna hhijau muda hingga hijau tua, urat daunnya sejajar dan tertutup oleh rambut daun yang pendek serta jarang.

Tanaman padi memiliki buah dengan tipe bulir yang tidak dapat dibedakan mana buah dan mana yang bijinya.  Bentuk dari buahnya yaitu bulat lonjong dengan ukuran 3 mm sampai 15 mm yang ditutupi oleh palea dan lemma atau yang kita kenal dengan sekam.

A. KLASIFIKASI

Padi merupakan tanaman serealia yang tergolong suku padi-padian atau poaceae atau sinonim dari graminae.  Adapun secara ilmiah klasifikasi dari tanaman padi adalah sebagai berikut :

Kerajaan      :  Plantae

Ordo            :  Poales

Famili          :  Poaceae

Genus          :  Oriza

Spesies       :  O. sativa

Nama binomialnya yaitu Oriza sativa.

B. SEJARAH

Menurut sejarah budidayanya padi berasal dari daerah di sekitar sungai Gangga dan sungai Brahmaputra dan dari sungai Yangtse yang kemudian barulah tersebar ke seluruh dunia.  Tanaman padi memiliki ciri khas yaitu tumbuh dengan keadaan tergenang dengan air, maka para ahli menduga padi merupakan evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa.  Terdapat dua spesies padi yang di budidayakan manusia, Oriza sativa dan Oriza glaberimma.

Oriza sativa berasal dari dari daerah hulu sungai di kaki pegunungan Himalaya di India dan Tibet/Tiongkok sedangkan Oriza glaberimma berasal dari Afrika Barat tepatnya hulu sungai Niger.  Sebenarnya terdapat juga jenis padi lain yang tidak di budidayakan oleh manusia yang mana disebut juga dengan padi liar.

Pada awalnya padi jenis Oriza sativa ini terdiri dari dua subspesies yaitu indica dan japonica.  Padi japonica memiliki ciri berumur panjang dan memiliki postur tubuh yang tinggi namun mudah rebah dan paleanya memiliki bulu.  Bijinya cendrung panjang dan kualitas dari nasinya sedikit melekat atau menempel.  Sedangkan pada padi indica, sebaliknya umurnya pendek dan tubuhnya lebih kecil dari padi japonica, paleanya tidak memiliki bulu dan bijinya cendrung berbentuk ovale.  Para ahli budidaya atau pemulia tanaman padi mencoba menyilangkan padi tersebut sehingga didapatlah tanaman padi yang cukup terkenal yaitu kultivar IR8 selain itu juga dikenal varietas minor javanica yang hanya ditemukan di Indonesia tepatnya di pulau Jawa.

Selain dua subspesies O.sativa yang utama, indica ddan japonica, terdapat juga subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari asia selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal).  Japonica juga terbagi lagi menjadi tiga subspesies besar yaitu temperate japonica yang berasal dari China, Korea dan Jepang, tropic japonica yang berasal dari Nusantara dan aromatic.

C. MANFAAT

Padi merupakan tanaman yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang baik di konsumsi manusia.  Padi ini merupakan salah satu penghasil karbohidrat tterbesar selain gandum dan jagung.  Padi yang dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk beras yang di tanak menjadi nasi.  Hal tersebutlah menjadikan padi sebagai tanaman bididaya yang selalu di usahakan kualitas dan kuantitasnya.

Padi meruupakan tanaman semusim yang memiliki ciri hidup di tanah yang tergenang oleh air.  Padi juga merupakan salah satu penghasil karbohidrat yang tinggi dan baik dikonsumsi oleh manusia.  Padi berasal dari suku poaceae atau graminae dan yang sering dikonsumsi oleh manusia adalah jenis Oriza sativa dan Oriza glaberimma.

Sejarahnya padi pertama kali di budidayakan oleh masyarakat di sekitar daerah hulu sungai Gangga dan Brahmaputra dan lanjut ke sungai Yangtse yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Manfaat darei padi ini yang tinggi membuat padi menjadi tanaman atau komoditi penting untuk di budidayakan.

D. REPRODUKSI PADI

Padi merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri karena lebih dari 95% serbuk sari tanaman padi membuahi sel telur membuahi tanaman yang sama.  Setiap bunga pada padi memiliki enam kepala sari dan kepala putik yang bercabang.  Umumnya kedua organ ini matang pada waktu yang bersamaan.  Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma nya ketika ia siap untuk melakukan proses reproduksi.

Reproduksi pada padi prosesnya yaitu ketika telah terjadi pembuahan zigot dan inti polar yang telah dibuahi tersebut membelah diri.  Zigot tersebut berubah menjadi embrio dan inti polar menjadi endospermia yang mana di akhir perkembangannya sebagian besar bulir padi menagndung pati pada bagian endospermanya yang pada tanaman muda hal ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sedangkan bagi manusia bulir inilah yang menjadi bahan makanan yang mengandung gizi yang banyak.  Dari segi genetika, satu set genom pada padi terdiri dari 12 kromosom yang diploid kecuali sel seksualnya.

Pemulian pada padi telah lama dilakukan sejak padi di budidayakan.  Hasil dari pemulian yang dikenal yaitu seperti rajalele dan pandanwangi yang merupakan salah satu ras lokal.  Namun, secara sistematis pemuliaan baru-baru ini dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filiphina.

E.  PERSILANGAN PADI

Untuk memenuhi kebutuhan  manusia akan karbohidrat yang tinggi dari padi maka dilakukanlah perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi dengan cara persilangan.  Bioteknologi dan rekayasa genetika sangatlah membantu perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi.

Sejak penghujung abad ke-20 dikembangkan pula tanaman padi hibrida.  Padi hibrida adalah tanaman padi hasil persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Apabila tetua-tetua diseleksi secara tepat maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari pada tetua tersebut.  Walaupun begitu terdapat juga kekuarangan dari budidaya padi hibrida ini yaitu harganya yang relatif mahal serta petani harus membeli bibit yang baru lagi karena padi hasil panen sebelumnya tidak dapat dijadikan bibit.

Hal yang perlu diperhatikan untuk memproduksi benih hibrida yaitu :

  1. Galur mandul jantan yaitu varietas padi tanpa serbuk sari yang hidup dan berfungsi yang kemudian dianggap sebagai tetua betina dan menerima serbuk sari dari tetua jantan untuk menghasilkan benih hibrida.
  2. Galur pelestari yaitu varietas atau galur yang berfungsi untuk memperbanyak galur mandul jantan.
  3. Tetua jantan yaitu varietas padi dengan fungsi reproduksi normal yang dianggap sebagai jantan untuk menyediakan serbuk sari bagi tetua betina di lahan produksi benih yang sama.

Beberapa padi hibrida yang telah diluncurkan yaitu diantaranya Intani I, Intani II, Rokan, Maro, Miki I, Miki II, Miki III, Long Ping Pusaka I, Long Ping Pusaka II, Hibrido R-1, Hibrido R-2, Batang samo, Hipa 3, Hipa 4, PP1, Adirasa, Mapan 4, Manis-5, Bernas super dan bernas prima.

F.  TEKNIK PERSILANGAN PADI

Persilangan pada padi dapat terjadi secara alami maupun buatan.  Persilangan padi secara alami dilakukan dengan bantuan angin sedangkan buatan dibantu oleh manusia.  Persilangan padi secara buatan biasanya menghasilkan padi yang umur ganjah dan batang pendek anakan produktif banyak dan hasil yang relatif tinggi.  Sedangkan pada padi persilangan sendiri hasil yang didapat relatif berumur panjang dan tanamannya tinggi, anakan produktif relatif sedikit serta hasil sedikit.

Menurut Harahap (1982) terdapat banyak cara atau metode untuk menyilangkan padi secara buatan diantaranya :

  • Silang tunggal (single cross) merupakan persilangan padi yang hanya melibatkan dua tetua saja.
  • Silang puncak (top cross) merupakan persilangan antara F1 dan tetua lainnya.
  • Silang ganda (double cross) merupakan persilangan antara F1 dan F1 dari persilangan tunggal.
  • Silang balik (backcross) merupakan persilangan F1 dengan salah satu tetuanya.

Adapun teknik persilangan pada padi ini yaitu:

  1. Kastrasi yaitu membuang bagian-bagian dari tanaman yang dapat mengganggu proses persilangan.  Kastrasi biasanya dilakukan sehari sebelum proses persilangan dilakukan agar putik menjadi masak sempurna saat penyerbukan.  Hal yang perlu diiperhatikan dalam mengkastrasi yaitu setiap bunga memiliki enam benang sari dan dua kepala putik yang tidak boleh rusak.
  2. Emaskulasi yaitu mengambil benang sari dari bunga dengan cara menyedot atau mengambilnya dengan pinset kecil.  Bunga yang telah bersih dari benang sari itu di tutup dengan glacine bag atau sungkup agar tidak dimasuki oleh benang sari yang tidak dikehendaki.  Proses ini sebaiknya dilakukan pada 03.00 sore.
  3. Pollinasi adalah proses penyerbukan. Proses ini baiknya dilakukan pada pagi hari.  Padi yang telah kita emaskulasi tersebut dibuka sungkupnya kemudian oleskan benag sari yang kita kehendaki ke dalamnya kemudia sungkup kembali.

Hal lain yang mesti diperhatikan juga yaitu memberi label pada sungkup yang kita lakukan persilangan.

Intinya persilangan padi merupakan penggabungan sifat melalui pertemuan tepung sari dengan kepala putik yang kemudian menjadi embrio dan tumbuh menjadi benih.